buka puasa weekend ini
dimanapun, kayaknya sudah menjadi insting bagi seorang mahasiswa untuk menjadi mahluk yang memiliki penciuman tajam terhadap keberadaan makanan gratis, terlebih buat mahasiswa yang mengandalkan budget pribadi yang terbatas tanpa beasiswa, seperti gue!.. malu? hmmm, lebih baik perasaan itu dibuang jauh-jauh kalo masih pengen nyobain makanan bergizi.. right?!
bulan ramadhan adalah bulan yang penuh berkah.. bulan dimana pahala berlipat ganda disediakan bagi yang berbuat kebaikan.. kayaknya hampir semua orang indonesia tahu akan hal ini, termasuk yang ada di stockholm.. banyak orang yang berlomba-lomba berbuat kebaikan dengan memberikan makanan untuk berbuka puasa.. dan karena itu pula lah gue ga begitu menghadapi kesulitan berarti kalo pengen berbuka dengan makanan penuh gizi dan sarat akan kebersamaan..
salah satu momen buka puasa seru ini salah satunya adalah yang digelar sabtu lalu di kediaman andri & gunnar (seperti biasa!).. kali ini pesertanya cukup banyak. disamping tuan rumah, dateng juga teh siska, lingling + tommy + paul, teh cici sang dubes perjuangan, mbak erna dengan kameranya yang segede gaban, asep, lia, dan para mahasiswa yang datang dengan modal perut kosong (gue, hari & gamal)..
acara kumpul-kumpul dimulai sekitar jam 6-an, dilanjut buka puasa dengan kolak buatan mbak erna plus cocktail racikan tuan rumah, shalat magrib berjamaah, dan acara inti: makan-makan! menunya tentu saja masakan indonesia: lontong buatan teh siska, opor ayam, bakwan, dan teri medan.. tidak ketinggalan sambel geledek yang pedesnya bisa bikin bolak-balik wc (buat yang ga terbiasa makan pedes).. hmmm, nikmat abis!
disini, ga ada istilah ’sudah makan pulang’, acara berlanjut ke level yang lebih seru: nangkring di balkon sambil minum kopi panas dan berbincang mengenai topik-topik seru seputar kehidupan di stockholm.. tidak jarang muncul materi vulgar (bahkan super vulgar!) dan kejadian-kejadian lucu yang diiringi gelak tawa yang cenderung tak terkendali di sela-sela perbincangan hangat yang tak terasa berjalan sampe jam 11-an..
ternyata waktu berjam-jam rasanya masih kurang, dan kami pun berkesimpulan untuk membuat pertemuan serupa tanggal 1 nanti… waaah, ga sabar euy menuju lebaran dan pertemuan yang lebih heboh.. thanks buat mahluk-mahluk stockholm yang membuat hari-hari gue di perantauan terasa lebih menyenangkan.. vi ses!