Archive for July, 2008

farewell

Thursday, July 31st, 2008
pertemuan-pertemuan berbau farewell sudah banyak digelar, entah itu sama temen-temen kuliah atau sama temen-temen yang sempet kerja bareng.. pasalnya mulai 2 minggu sampai 2 tahun kedepan bakal kecil banget kemungkinan bisa ketemuan.. kemaren-kemaren sih belum terasa sedihnya, yang ada masih ketawa-ketawa.. entah deh minggu depan, atau mungkin besok, ngebayangin bahwa gue harus nyari temen-temen lagi, sendiri.. hiiii…

diantara semua ‘perpisahan’ yang harus digelar, yang paling sulit menurut gue adalah jauh dari ‘agame’. gimana tidak? selama tiga tahun terakhir mahluk-mahluk yang dipertemukan di medan inilah yang selalu bersama-sama gue. waktu di medan sih jangan tanya! mulai pergi ke kantor, makan malam, olah raga, jalan-jalan, belanja, pergi ke dokter, periksa gigi, nangkring, sampe tidur pun kita sering banget bareng-bareng, apalagi kalo weekend dan liburan.. kebiasaan berkumpul itu masih dilestarikan sampe sekarang walaupun sebagian besar dari kami sudah meninggalkan medan, dan meski frekuensinya tidak seintens dulu. sayangnya gue yang kerja di bandung, sulit untuk selalu bisa mengikuti acara perkumpulan yang digelar di jakarta. namun demikian, teknologi e-mail, sms, dan hp membuat gue masih merasa dekat dengan mahluk-mahluk ini.

kalo dibayangin sih jadi ngeri sendiri.. gimana ya entar kalo mereka lagi hangout, bikin kasus heboh, sementara gue lagi sendiri melawan dinginnya winter?! trus kalo mereka jadi jalan ke thailand & vietnam, sementara gue lagi pusing mikirin ujian?! trus kalo ntar pas kawinan condro pada dateng dengan berbagai cerita seru sementara gue masih beradaptasi dengan bahasa yang sama sekali baru.. trus.. trus.. trus.. halah, jadi melow deh!

sudahlah, semoga saja jarak stockholm-jakarta tidak akan menjadi masalah.. lagipula tidak ada perpisahan diantara kita! :p

napak tilas esp’95

Wednesday, July 30th, 2008

setelah sekian kali membatalkan rencana kunjungan ke bandung, the king of plan, jimmy, akhirnya datang juga ke kota kembang weekend lalu bareng ama krist & ary. hari jumat jam 12 malam mereka menapakkan kakinya di cikondang, rumah gue. tapi ga berapa lama kami langsung cabut keliling bandung, menikmati udara tengah malam dan berakhir di simpang dago untuk melahap nasi goreng.

sabtu pagi acara napak tilas dimulai ke jalan pager gunung 3, yang sekarang sudah berubah wujud mejadi zoe (zone of edutainment). dulunya tempat ini adalah tempat kost ary merangkap markas anak-anak esp 95 (alias panti jomblo!) dengan sewa kamar hanya 100 ribu per bulan. sekarang kamar-kamar kost itu masih ada, tapi dengan kondisi yang jauh lebih bagus dengan harga sewa 1 juta per bulan. disini kami sempet ketemuan sama luics sang pemilik rumah, his wife & twin daughters, dan ga ketinggalan bibi yang sampai sekarang masih setia mengabdi, plus ucok; penghuni kost terlama.

menjelang siang, perut agak keroncongan.. kami menyerbu victoria cafe yang berlokasi persis di seberang zoe. menu andalan kwetiau goreng istimewa pastinya tidak terlewatkan kami santap. ikut bergabung disini oboy, iwan, ana, coki, vita, john, mita & bunny. jarang-jarang kami bisa berkumpul dengan peserta sebanyak ini. reuni yang tak direncanakan ini tentunya sangat menyenangkan, apalagi diisi acara saling buka aib masa lalu. buset deh, ternyata kalo aib tuh kayaknya susah banget dilupain, dan selalu jadi materi menarik disaat acara kumpul-kumpul.


lewat tengah hari kami melanjutkan napak tilas ke kampus unpad dipati ukur yang jaraknya tidak begitu jauh dari victoria dengan berjalan kaki, mengenang masa-masa dulu kalo abis belajar bareng atau nginep di kosan ary, kami selalu bergerombol ke kampus.. suasana kampus sekarang sudah jauh berbeda, banyak bangunan baru dan banyak ruangan yang sudah beralih fungsi. tapi sisa-sisa vandalisme masa lalu masih ada; tulisan-tulisan berbau perasaan yang terukir di semen basah ‘tangga pesona’ masih bisa dilihat disana! o iya, satu lagi yang masih bertahan adalah penjual kue asongan. kami sempat ketemu mas harni yang ternyata masih inget sama kita-kita, katanya kita dulu adalah mahasiswa yang rajin ngutang ke dia, hehe..

mumpung di unpad, kami juga menyempatkan ke tempat ngopi yang dulu paling sering kami jadikan lokasi nangkring kalo kabur dari kelas; nana cappuccino!.. sang barista legendaris: nana dan agus, ternyata masih eksis disana, dan masih mengenal kami-kami yang sudah 8 tahun meninggalkan kampus. dengan sigap mereka mengusir mahasiswa angkatan 2003 yang lagi nangkring disana, dan memberikan tempat itu pada kita, hahaha.. suatu penyambutan yang luar biasa bagi senior prime customers. salut buat nana!.. rieka, tommy, aiko & winnie ikut gabung kami di tempat ini agak sore, makin rame deh suasananya. jadi inget jaman dulu, kayaknya kami memang lebih sering ke tempat ini dibanding ke ruang kelas, meskipun kami disini seringnya cuma nangkring doang karena ga punya duit buat beli kopi.

sore hari kami berjalan menyusuri jalan hasanudin dan jalan pager gunung yang masih rimbun dengan pepohonan rindang di kiri kanan jalan, idealnya jalan di bandung memang seperti ini, teduh dan segar.. tapi sayang hanya sedikit saja kondisi jalanan di bandung kayak gitu, terlebih setelah pembangunan jalan layang ‘san fransisco’ itu yang banyak memangkas pohon-pohon besar di daerah cikapayang, dago, dan jalan surapati..

menjelang magrib kami mengunjungi LP3E cimandiri; tempat yang dulu sering dipake buat ujian sidang, dan pernah jadi tempat gue mencari nafkah sebelum dapet kerja permanen, lumayan lah bantu-bantu dosen bikin research. tidak berlama-lama disana, kami cabut ke dago plaza setelah tres ikutan bergabung. kami makan malam di teras lantai atas dago plaza sambil menikmati pemandangan jalan dago yang gemerlap dengan lampu warna warni. menu european foods kami pesan untuk mengisi perut sebelum manggung di minimax karaoke yang berlokasi di gedung yang sama. yup, di ruang remang-remang plus beberapa gelas minuman minus pemandu lagu, kami menyanyikan puluhan lagu dari era tommy j pisa sampe the changchuters. naluri artis kami benar-benar ter-eksplor disana!

belom puas bergerombol, selepas karaoke kami melanjutkan nangkring di congo cafe yang ada di dago atas. kebetulan disini ada jazz live music pula, so kita bisa makan (supper kali ya?) sambil ikutan bersenandung. untung aja lagu-lagu jazz yang dibawakan masih banyak yang familiar di kuping.. belum kenyang nyanyi di minimax, jimmy naek ke panggung nyanyiin lagu over the rainbow (yang liriknya cocok ama tema gue akhir-akhir ini) sambil bercuap-cuap memberitakan kepada dunia bahwa gue mau meninggalkan indonesia.. akhirnya sang penyanyi yang asli pun mempersembahkan lagu leaving on a jetplane buat gue. thanks anyway! penutup aktivitas malam minggu yang sempurna..

p a m i t

Friday, July 25th, 2008
setelah resmi resign dari bank yang memiliki motto ‘terdepan, terpercaya, tumbuh bersama anda’, jumat lalu, gue ber-say-goodbye sama clients, staf cabang yang suka berhubungan, dan tentunya rekan kerja satu gedung. reaksi orang-orang yang gue pamitin ini bermacam-macam, ada yang sok kaget, sok heran dan heran beneran, cuek, dan ada juga yang bersimpati, memberikan doa, wejangan, bahkan berurai air mata. yaah, apapun reaksi mereka, yang jelas intinya gue pengen minta maaf kalo selama kerja bareng ada hal-hal yang tidak berkenan, dan mohon didoakan agar gue bisa mencapai apa yang gue cita-citakan. yang penting lagi melalui ritual pamitan ini norma sosial yang berlaku di masyarakat sudah dilaksanakan sesuai pepatah ‘datang tampak muka, pergi tampak punggung’.
ada perasaan sedih juga sih, berpisah dengan teman ‘senasib’: neneng, wilda, enjah dan epul.. meskipun sebenarnya yang dominan saat itu adalah perasaan lega.. jujur saja, mengingat kualitas kebahagiaan yang gue terima selama kerja di bandung adalah yang paling rendah jika dibanding unit kerja sebelunya selama 7 tahun di jakarta, pekanbaru dan medan. ga usah dibahas penyebabnya apa! :p

selesai sudah berpamitan dengan orang segedung gue pulang ke rumah, sekitar jam 7-an lah.. tiba-tiba telpon berbunyi, ternyata bos gue. tanpa berfikir negatif gue angkat langsung telpon itu, rupanya bos gue minta gue kerja ekstra satu hari lagi! tengsin banget.. udah pamitan, eeh masuk kerja lagi.. tapi demi menjaga hubungan baik, gue tetep penuhi juga permintaan itu, tanpa dibayar..

akhirnya gue baru resmi berhenti kerja hari selasa 22 juli 2008, dan hari itu langsung gue manfaatkan untuk berpamitan ke rekan-rekan di kantor pusat, jakarta. pertama-tama gue menemui laily, temen gue di human capital group lantai 12 yang bantuin gue bikinin surat referensi yang mudah-mudahan berguna buat nanti kalo mau cari kerjaan lagi.
abis itu gue temui temen-temen consumer loans group di lantai 17. buset deh, sambutan disini sangat meriah.. temen-temen yang pernah kerja bareng 4 tahun lalu masih saja menyenangkan, keceriaan tampak dimana-mana walaupun menurut mereka suasana lantai 17 kini tak seindah dulu. aty, sanchai, hana, eno, dwi, devi, yessy masih heboh seperti yang dulu meskipun banyak diantaranya yang statusnya sudah berubah. kangen juga ternyata ama manusia-manusia ini, dan gue harus pamit sama mereka untuk kedua kalinya.

kelar pamitan di lantai 17 gue turun ke treasury group di lantai 8, sambutannya meriah juga. rupanya saat itu bos besar sedang raker, pantes aja aura kebebasan terpancar dari hampir semua penghuni lantai 8, jauh dari kesan angker yang biasanya menyelimuti unit kerja ini. seneng juga bisa ketemu mahluk baik di treasury kayak pak chusni, eka, ova, ira, moro, mas budi, teguh, mbak ida, mbak ina, pak sarwadi, dan pak dadit. tipe orang-orang seperti inilah yang seharusnya dikembangbiakkan di lantai 8 agar suasana angker bisa dieliminir :) plus pak gengki, pak drajat dan kevin tentunya.

usai sudah pamitan dengan mantan rekan kerja di bandung dan jakarta, plong rasanya. setidaknya niat baik sudah terealisir, meskipun masih ada beberapa orang penting yang belum berhasil gue temui. semoga beliau-beliau ini mengerti dan memberi support atas langkah yang gue tempuh, sesuai dengan tag yang ada di kalender bank mandiri bulan ini: ‘seperti bumi yang memberi pijakan bagi kehidupan, bank mandiri kokoh menopang langkah anda’.

sayangnya gue belom sempet pamitan nih sama anak-anak odp 2 yang dulu selalu membuat suasana training center ribut dengan berbagai ulahnya di lift dan menjadi penguasa tanah abang timur, secara jaman dulu suasana training belom serame sekarang. mudah-mudahan pertemuan dengan rezi di rrm bandung dan ama firman di aulait plaza mandiri kemaren cukup mewakili. thanks banget buat retno, martin, guna dan yudita yang udah mau gue mintain tolong berkaitan dengan rencana resign ini.

akhirul kalam: good bye bank mandiri!

nasihat dari nu green tea

Friday, July 25th, 2008

dalam menjalani hidup pastinya kita pernah dihadapkan pada berbagai masalah yang mengganggu pikiran. sering kali tidak semua masalah yang kita hadapi bisa kita share dengan orang lain, misalnya masalah yang terlampau bersifat pribadi atau kalau seandainya di-share pun percuma, malah tambah pusing aja.
tidak jarang gara-gara masalah yang bejibun, akhirnya kita suka berfikir negatif, putus asa dan ujung-ujungnya membiarkan masalah tersebut berlarut-larut tanpa penyelesaian.
gue punya pengalaman yang menurut gue layak dijadikan tips dikala menghadapi masalah seperti ini. kalo lagi suntuk gue lebih suka merokok sambil ditemani teh atau kopi. naah, kalo lagi butuh nasehat, biasanya gue beli nu green tea, buka deh tutup botolnya (kemasan berhadiah), dan pake itu sebagai pemacu kita untuk menyelesaikan masalah.. mungkin hadiahnya tidak melulu uang, tapi tis-tips berguna yang bisa bikin kita sedikit tersenyum: coba lagi! jangan menyerah! senyum dong! sukur-sukur kalo dapet 100 juta.. kali aja uang sebesar itu bisa dipake buat nyelesein masalah.. :) thanks to nu green tea!

divortiare part 3

Friday, July 25th, 2008

pagi tadi dalam perjalanan ke jakarta gue nyempet-nyempetin dengerin radio via handphone yang sumpah baru gue lakukan dalam 5 tahun terakhir. pasalnya pengarang novel divortiare yang kabarnya sudah masuk list bestseller diwawancarai di indika fm. hmmmm, walaupun sempet molor 15 menitan dari jadwal yang katanya jam 9 pagi, dengan sabarnya gue tungguin ni acara karena gue pengen tau seberapa jujur ika natassa menjawab pertanyaan dari penyiar yang biasanya tajam bin bawel. dari yang gue tangkep sih pertanyaan yang sangat menarik untuk dibahas adalah mengenai seberapa besar cerita novel divortiare ini diambil dari kisah nyata sang penulis. ika bilang bahwa kisah ini 60% merepresentasikan pengalamannya (walaupun gue yakin nilai presentase itu sudah didiskon!). tentu bukan kejadian perceraiannya yang diambil dari kisah nyata, mengingat perceraian disini hanyalah lambang dari keadaan dimana ika berpisah dengan pujaan hatinya. novel ini kan bercerita tentang seorang wanita bernama alexandra yang sukses dalam segala hal, tapi tidak dalam cinta. dan kegagalan ini selalu menghantui alexandra dalam menjalani hidupnya sebagai wanita karir modern yang gaul. dalam penglihatan gue, alexandra ini justru ika banget! sukses sebagai senior manager di bank terbesar di indonesia, memiliki lingkungan pergaulan yang luas dengan jadwal aktifitas yang super padat, tapi masih mampu berkarya diantaranya dengan menciptakan 2 buah novel dan menjadi finalis di ajang pemilihan fun fearless female! namun sayang wanita ini belum juga memiliki calon pendamping hidup yang jelas.. so menurut gue gambar besar dari novel ini 90% adalah kisah nyata, 10%nya sih hanya detail-detail pemanis plus nama-nama dan kejadian yang disamarkan. yaah ini sih hanya tebakan, tapi tebakan seorang mantan dealer tentunya didasarkan pada histori dan informasi yang bisa dipertanggungjawabkan, hehe.. ada yang punya pendapat lain?

divortiare part 2

Tuesday, July 15th, 2008

di post terdahulu gue udah ngebahas sedikit tentang novel yang berjudul divortiare, udah pada baca belom? kalo udah, ada kabar baik nih.. konon si novelis ingin memberikan apresiasi bagi mereka yang udah baca dengan memberikan extended version secara cuma-cuma.. tertarik? silahkan ikuti petunjuk gimana cara mendapatkannya disini. buruan! soalnya ada batas waktunya, cuma sampe tanggal 9 agustus 2008..

o iya, mengenai my favourite part of the book.. kalo gue sih suka bagian cacoethes scribendi halaman ke-3 bagian bawah, meskipun gue disitu disebutkan sebagai manusia yang suka nyela orang. :p

ngopi doeloe

Tuesday, July 15th, 2008

sambil menikmati machiato caramel, hot chocolate, roti bakar dan banditos nachos di ngopi doeloe jl hasanudin, kami berdua saling menceritakan pengalaman-pengalaman yang kami alami akhir-akhir ini.. rasanya banyaaaak banget hal yang perlu di-update mengingat gue dan jinkur udah lama banget ga ketemu. mungkin terakhir kali ketemu dan saling ngerjain adalah pasca lebaran tahun lalu ketika kami masih kerja di gedung yang sama di kota terbesar di sumatera.

gue ga akan lupa kelakuan mahluk ini kalo dia tau gue lagi ‘nangkring’ di wc kantor. pasti dengan segala cara dia berusaha untuk membuat gue tidak nyaman, misalkan dengan memasukkan sapu, lap pel atau bahkan tangannya ke arah gue yang lagi ‘khidmat’ melalui celah di bawah pintu wc yang biasanya memang cukup lebar. ga jarang juga mahluk ini menyemprotkan pewangi ruangan dengan dosis berlebih melalui celah itu sementara gue ga berdaya di ruang sempit bau itu tanpa celana.

kalo dipikir-pikir mahluk ini memang bangsat! tapi justru dia adalah salah satu manusia di gedung kantor itu yang bisa bikin kita tertawa terbahak-bahak. tidak hanya tingkah lakunya yang kasat mata, banyak juga pengalaman-pengalaman yang dia ceritakan yang bisa bikin terpingkal-pingkal, sumpah! mulai dari cerita perkelahian sampe cerita ‘cinta’ (gue nggak mungkin menceritakannya disini, maap!). you know lah, kalo percakapan di kedai kopi memang biasanya berkembang kesana kemari, sampe ke hal-hal yang sangat tidak penting atau bahkan membahas isu-isu yang sangat pribadi. :p

tapi dibalik keceriaannya, rupanya temen gue yang satu ini merasa jengah juga dengan kondisi kerja saat ini. waaah, gue pikir kalo ’super senior manager’ ga akan mengalami kebosanan bergelut dengan rutinitas seperti yang gue rasakan, ternyata gue salah besar.. yaah, apapun keputusan yang kita ambil, mudah-mudahan merupakan jalan terbaik, amiin!

selamat berjuang ma bro! demi anak istri lu yang ada di bandung.. :p mari kita tindak koruptor-koruptor jahanam itu! hahaha…

jakarta weekend lalu

Monday, July 14th, 2008

jumat malem jam 8.30 gue menginjakkan kaki di jalan sudirman jakarta, tepat di seberang menara central. sekitar 15 menit gue duduk di halte bis sambil menikmati sebatang rokok, sedikit bernostalgia ke masa lalu, ke masa dimana gue masih kerja di ANZ yang kantornya di gedung GKBI semanggi. tiap hari gue pake metro mini 603 yang berarti bahwa rute jalan kaki ‘GKBI-menara BRI-jembatan penyeberangan-plaza sentral’ adalah santapan setiap hari gue! gak heran kalo sepatu gue cepet aus, dan berat badan relatif ‘terjaga’ karena gue emang rajin jalan kaki..

tidak lama kemudian, arief dateng ngejemput.. dia baru aja kelar meeting ama direksi. udah itu kita jemput nola yg baru menyelesaikan ‘urusan pribadinya’ dengan adi di kosannya, dan ngangkut condro di plaza semanggi. kami berempat lalu meluncur ke hotel aston senen, tempat mbok sul nginep. kebetulan disana udah berkumpul ricky, rio, korry, basaria, deva & ardhi. reuni anak2 ex medan digelar kembali!

acara dimulai dengan makan malam bersama, awalnya kita berencana ke TIM, tapi ternyata tempat makannya udah tutup. akhirnya kita memutuskan makan seafood di pecenongan yang ternyata tidak sesuai dg ekspektasi, ikan, kepiting, dan cuminya kurang berkenan di mata dan di lidah. belom lagi bau busuk entah dari got atau sampah sekitar situ membuat nafsu makan menguap begitu saja. pokoknya makan disitu ga recommended banget deh!

selesai makan, kita melanjutkan jalan-jalan ke arah senayan.. pengennya sih menikmati musik jazz di black cat, tapi mbok sul merasa ga nyaman ama suasananya, mungkin karena disana banyak bule yg menggandeng wanita lokal eksotis dengan pakaian seksi. akhirnya kita cuma berfoto-foto dan mengamati pasangan berbeda ras yang hilir mudik disana sebelum memutuskan untuk berkumpul di hotel saja.

hari sabtu, kegiatan baru dimulai siang2 dengan acara makan pizza marzano di grand indonesia (yang lagi diskon 25% dengan kartu kredit bank mandiri), ngecek sale di beberapa outlet, nonton air mancur menari, foto2 di lantai atas grand indo yg serasa nggak di mall, dan terakhir ngopi di starbucks sampe sore.

malemnya baru kita berkumpul lagi di cafe batavia yang berlokasi di daerah kota. menurut gue suasana cafe ini jadul (mengingatkan kita ama jaman dijajah belanda), tapi keren banget! waktu gue kesana sih ada live jazz music mengiringi acara makan malam, yang dilanjut sama band top 40 gitu.. lumayan lah, one stop entertainment! tempatnya nyaman, makan nikmat, musik enak, dan tersedia juga beragam minuman dari hot tea sampai yang memabukkan. cocok lah untuk tempat nangkring berlama-lama. ga heran kalo arief dari kemaren-kemaren kayaknya pengeeen banget ke tempat ini. hal lain yang menarik disini adalah suasana toiletnya yang unik! dipenuhi oleh foto-foto yang diantaranya bertema bugil :p

acara wisata kuliner dilanjut hari minggu dengan mengunjungi restoran trio yang berlokasi di jl RP soeroso. ini juga restoran jadul, katanya sih udah eksis dari tahun 1947! menu yang disajikan adalah chinese food. jangan tanya halal-haramnya, tapi yang jelas rasanya enak! naaah kalo restoran ini adalah favoritnya rio, ibu-bapaknya, dan neneknya.. ternyata sudah melegenda! kalo search di google, banyak tuh orang2 yang sudah mereview restoran ini, plus rekomendasinya!

kelar makan, kami lanjut nonton film hancock di senayan city. film tentang super hero ini cukup menghibur.. memang ceritanya diluar nalar, tapi idenya menarik: ternyata tidak semua super hero sempurna! o iya, sebenernya gue tertarik ama film ini gara2 gambar posternya yang menampilkan pemandangan bundaran hotel indonesia di pantulan kaca mata hitam will smith, yang ternyata ga ada kaitannya sama sekali!

bubar dari bioskop korry dengan semangatnya mengarahkan kita untuk memburu zara sale sebelum gue cabut ke bandung, lumayan lah gue dapet sweater biru buat bekal ke eropa, hehe.. o iya, thanks buat arief yang dah ngasih kupluk & sarung tangan! benda yang pasti sangat bermanfaat disana..

bruce lee juga manusia

Wednesday, July 9th, 2008

bruce lee pasti nyesel tuh, ngehajar penjahat merah marun sampe pingsan.. repot deh nyari gembok no 4 dimana?! huehehe..

e-mail that made me smile this morning

Saturday, July 5th, 2008

From: AAA
Sent: Thursday, July 03, 2008 5:04 PM
Subject: Good day, bankers =)
==============================
Three men died and went straight to the door of Heaven. God stood at the gate. God says, "Only one of you will be allowed into Heaven, two of you will have to go to hell… so argue your case.." The 1st man stood up and said, "I am a priest, I spread your teaching to the world". The door moved but remained shut.. The 2nd man confidently announced, "I am a doctor, I save lives everyday". The door squaked but still would not open.. The 3rd man was quiet.. "Well..’" God asks.. He hesitatingly mumbled.. "I’m a banker.." To his shock the gate opened wide for him.. God said, "Don’t say anything, my poor child.. you were in hell for so many years.."