yogya-jateng
Tuesday, March 25th, 2008selain lebaran, kayaknya kejadian libur 4 hari berturut-turut adalah hal yang sangat sulit dijumpai setelah pemerintah merevisi hari libur kejepit nasional beberapa waktu lalu. ga salah kalo gue juga antusias menyambut Maulid Nabi Muhammad & Wafat Isa Almasih dengan merencanakan perjalanan keluar kota. sejak beberapa minggu yang lalu berbagai alternatif muncul, entah itu ke singapore bareng iwan, aniek & mira, ke belitung ketemu ama temen kuliah gue, hendry, yang udah jadi pejabat daerah disana, atau ke malang bareng agame. rencana ke malang ga jadi karena memang idenya ga jelas, sementara ke belitung & singapore batal karena ga kebagian tiket pesawat, saking doyannya menunda..
rencana kesekianpun akhirnya harus diluncurkan: ke yogya bareng keluarga.. tadinya sih pengen pergi sendirian pake kereta api, tapi kebetulan ortu & kakak-kakak gue antusias pengen kesono sekalian nengokin kampung bokap di kulonprogo, yasud jadinya kami berlima hari kamis pagi meluncur meninggalkan bandung pake mobil. lagipula udah belasan tahun gue selalu nolak kalo ortu ngajakin kesono. memang sih kalo bareng keluarga banyak DOs & DON’Ts-nya yang beda dibanding kalo pergi sendiri atau bareng temen-temen, tapi sekali-kali nurut gapapa lah.
karena gue pecinta pantai, hal pertama yang ingin gue datengin adalah pantai glagah yang lokasinya ga jauh dari kampung bokap. gue pernah kesini belasan tahun yang lalu, dan ternyata kondisinya sekarang udah jauh berbeda. dulu ada jalan aspal di sepanjang pantai ini, tapi sekarang lenyap, udah jadi bagian dari samudera indonesia! pengunjungnya juga udah rame (mungkin karena long weekend juga), dan sudah berdiri banyak penginapan di sekitar pantai, jadi lebih bagus lah.
di pantai ini jangan harap ada kegiatan khas pantai seperti jetski, banana boat, berenang, apalagi snorkeling atau diving. ombak laut kidul yang gede ga akan memungkinkan kegiatan-kegiatan seperti itu, kalo nekat bisa-bisa nantinya malah nemenin nyi roro kidul yang katanya nungguin tu laut, hehe.. kalo pengen berenang, kita bisa melakukannya di muara sungai yang terlindung dari hantaman ombak. disitu juga ada perahu yang bisa dipake berkeliling di daerah yang airnya tenang. rumput hijau yang menutupi pasir selain menambah indah glagah juga banyak dimanfaatkan orang untuk sekedar nangkring atau tidur-tiduran sambil menikmati suasana pantai.
kelar bermain di pantai, kami langsung ke kampung bokap. kami berencana nginep di rumah nenek gue yang udah lama gak ditempatin (secara beliau sudah meninggal beberapa tahun yang lalu). hiiiii, kayak ikutan reality show ‘uji nyali’ deh: tidur di rumah kosong di kampung yang asing buat gue. udah gitu, sebelumnya pake ada acara ziarah dulu ke kuburan leluhur yang lokasi makamnya tepat di seberang jalan rumah nenek gue itu. makin mencekam aja deh auranya, hehe..
meskipun ga ada kejadian horror, pagi-pagi kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan wisata ke yogya. standar lah, maennya ga jauh-jauh dari malioboro dan kota gede, pusat kerajinan perak. apalagi kalo emak-emak, pastinya harus mengunjungi pasar beringharjo meskipun harus berdesak-desakan. buset deh, malioboro padet banget siang itu. entah ada berapa puluh ribu orang tumplek ke jalan itu.. tapi yang jelas semuanya punya misi yang sama: memanfaatkan liburan, dan sejenak melupakan pekerjaan! so, ga peduli betapa panasnya suhu yogya semua orang nampaknya menikmati keruwetan itu. apalagi cewek-cewek, kayaknya semangat banget nawar barang yang dijajakan sepanjang jalan, entah itu baju, kain batik, tas, makanan, pernak-pernik dan lain sebagainya.
puas berkeliling di daerah yogya, kami melanjutkan perjalanan ke daerah muntilan, menuju salah satu peninggalan budaya indonesia yang paling dibanggakan: candi mendut & borobudur! gue pernah kesini waktu sd, dan rasanya dulu candi ini gedeeeeeee banget.. tapi sekarang walaupun masih tetep gede, kayaknya ga segede dulu, masih kalah sama gedenya senayan city! tapi gue suka sama kondisi taman dan pohon-pohon di sekitarnya yang terawat dengan baik meskipun sudah tidak termasuk salah satu keajaiban dunia.
hari berikutnya kami melanjutkan perjalanan ke daerah gombong, ke goa jatijajar; goa alami yang panjang, gede dan menurut gue sih mengerikan. air yang menetes dari atas goa sering bikin kaget, dan mungkin tetesan air itulah yang membuat stalaktit dan stalagmite goa itu makin gede. yang bikin tambah serem adalah banyaknya kalelawar nempel di dinding goa, dan katanya baru cabut dari situ jam 6 sore. trus di bawah ada aliran air yang super deras, yang menurut kepercayaan sekelompok orang berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit atau sejenisnya.. entahlah.. yang jelas gue ga mau berlama-lama di goa itu, syerem! secara keseluruhan menurut gue goa ini sih keren, tapi sayang sudah mulai tak terawat, banyak pegangan tangan di pinggir tangga yang sudah berkarat, malah patah.. takutnya membahayakan orang yang pegangan, terlebih lantai goa itu relatif licin karena selalu basah.
selepas dari jatijajar, kami bertolak ke bandung, mumpung arus balik belum mencapai puncaknya. sebenernya sepanjang perjalanan banyak hal yang enak dilihat, diantaranya pemandangan sawah-sawah yang padinya sudah menguning. kayaknya sekarang lagi musim panen deh, banyak gue liat orang menjemur hasil panennya di pinggir jalan. hmmm, kalo para petani lagi pada dapet duit dari hasil panen, kapan yah gue dapet bonus dari perusahaan?! hehe.. (biar gue bisa merencanakan liburan yang lebih jauh!)



malam harinya, kami memang tidak punya rencana kemana-mana, termasuk untuk makan malam.. soalnya kami sudah order sama penunggu cottage ini untuk membuatkan acara bakar-bakaran aneka makanan laut, kayak cumi-cumi, udang, ikan bawal dan kepiting. semuanya masih fresh, dan ukurannya pun gede-gede, rasanya uenak tenan! gak heran kalo kami semua akhirnya kekenyangan tanpa bisa menghabiskan semua makanannya. untuk makanan sebanyak itu disana kita hanya mengeluarkan uang sekitar 200 ribu!
