Archive for November, 2007

going home

Thursday, November 8th, 2007

entah gue harus berekspresi senang, sedih, atau lempeng aja untuk menanggapi kepindahan gue ke bandung sabtu ini.. yg berarti bahwa waktu gue di medan tinggal 2 hari lagi! ..hmmm, lebih dr 2 tahun merantau, tentunya dah banyak meninggalkan cerita suka-duka yg sebagian besar gue tulis di blog ini. jujur, perasaan gue sekarang ga jelas: seneng campur sedih dan takut.. asli gue takut!! takut ga bisa beradaptasi dg lingkungan baru, kebiasaan baru, boss baru, dll dll dll… banyak lah hal yg akhir2 ini mengganggu pikiran gue yg membuat gue semakin takut. penyebabnya mungkin karena gue sudah terlanjur menyesuaikan diri sama apapun yg gue hadapi di medan, dan ada keenggan untuk mengubahnya lagi..

berikut adalah hal2 yang sangat mempengaruhi kehidupan gue selama di medan, dan yg akan segera gue tinggalkan :(

  • agame: sekelompok manusia yg berbeda latar belakang tapi umumnya bernasib sama, jauh dari keluarga dan mayoritas jomblo.. :) gak heran kalo selama 2 tahun banyak banget kegiatan bareng orang2 ini; mulai dari ngobrol ga jelas, nangkring, maen kartu, karaoke, belanja, jalan-jalan, olahraga, nonton, bergosip dll.. thanks god i found great friends here!
  • rtm medan: tempat kerja gue yg dilengkapi fasilitas akses internet tak terbatas (so memungkinkan gue bikin blog, chat, download lagu, browsing, memantau harga saham, dan kerjaan ga penting laennya), pilihan channel tv yg lengkap (indovision full) plus sound system yg bagus buat dengerin lagu (terutama lagu batak!).. belom lagi kulkas yg berisi minuman segar dan toples yg selalu berisi makanan ringan.. ditambah lagi dg kopi sidikalang yg selalu siap disajikan panas2.. hmmm, mana ada sih kantor yg kayak begini?!! terlebih lagi gue punya boss yg baek banget (pak eddie & pak dedy). mereka selalu membuat gue merasa nyaman kerja, jarang nyuruh dan ga pernah marah (maaf ya pak kalo gue akhirnya jadi agak2 ngelunjak, peace!) ..rini, ilyas, fenny & gunawan; teman satu team yg sangat kooperatif, yg membuat beratnya beban kerja di medan terasa lebih ringan.. dan yg ga kalah pentingnya adalah tamu2 rutin rtm: ika, rina, refi, ricky & jinkur yg membuat suasana kantor lebih ceria.
  • gang amal: tempat kos gue yg selalu jadi tempat nangkring agame.. walaupun banyak yg bilang kalo kondisinya ga sesuai sama harganya, gue tetep prefer tempat ini sebagai tempat tinggal dibanding tempat kos/rumah lain meskipun biayanya ditanggung kantor. memang di kosan gue kadang suka ada rembesan air dr atap (sampe pernah tumbuh jamur gede di plafon), kamar mandinya sering kotor (malah bau & menjijikan), sering mati lampu, pernah kemasuka ular kecil (entah masuknya dr mana), dan lokasinya ga begitu dekat dg kantor.. tapi tetep gue ga pernah pindah kos selama di medan. alesannya karena gue punya teman2 yg rela membangunkan gue setiap hari secara gue punya penyakit kesulitan bangun pagi (thanks to mbok sul, ria, dede, pako & neddi yg sudi jadi weker alami gue).. di kosan ini gue dikasih line telfon sendiri, so gue bisa online di kamar secara gue ga bisa lepas dari internet walaupun hari libur :).. tapi fasilitas yg tak ternilai harganya di kosan ini adalah kebebasan yg diberikan pemilik kos buat gue utk mengundang orang sebanyak apapun sampai jam berapapun untuk meramaikan suasana kos.. makanya ga heran kalo tiap hari kamar gue selalu rame sama temen2 yg haus kebersamaan (terutama waktu digelar partai cus bareng ricky, akyu, addie & achus setiap weekend).
  • tiara: meskipun akhir2 ini gue ga aktif lagi berolahraga disini, tapi sport club ini sudah memberikan gue alternatif untuk berkegiatan positif.. berkat tiara-lah gue jadi suka maen squash dan hobby gue maen pingpong tetap tersalurkan. thanks to my best tiara partners: arief, rio & kiki.
  • airasia: maskapai penerbangan yg rajin memberikan tiket harga promo, yg memungkinkan gue bisa rutin pulang kampung atau sekedar jalan-jalan ke jakarta, batam, atau bahkan ke negeri tetangga.

meskipun selama ini gue banyak mengeluh tentang medan, ternyata faktanya banyak hal indah yg sebenernya hanya bisa gue temui di kota ini.. memang manusia tak pernah puas.

dan sebentar lagi.. mau tak mau, gue tetep harus meninggalkan medan.. i’m going home, back to the place where i belong! good bye medan.. wish me luck ya..

a very yuppy wedding (part 3)

Thursday, November 8th, 2007

judul di atas adalah novel yg bercerita tentang kisah cinta backstreet di kantor.. pemeran utamanya andrea; yg menurut gue adalah reinkarnasi dari sang pembuat cerita. buat gue membaca novel ini malah menciptakan kerjaan baru, pasalnya gara2 tu novel gue jadi bertanya2 mengenai apa yg terjadi selama ini yg gue ga tau.. secara gue satu kantor sama si novelis ini dan selalu berinteraksi hampir setiap hari. rasanya goblok aja kalo sampe ga tau bagaimana dia wara-wiri di dunia ‘percintaan satu kantor’ sampe akhirnya gue tau setelah membaca novelnya… hmmm, emang gue goblok kali ya? atau kurang memiliki kepedulian lingkungan?!! sori mapren!!!

untuk penggalian data dan fakta lebih lanjut, gue tidak hanya membolak balik novelnya, tapi lebih dalam lagi membaca postingan lama di blognya yg berbahasa inggris itu (http://inatassa.blogs.friendster.com) ..sumpah capek banget bacanya, ga pake bahasa indonesia sih!! …semakin gue membaca curhatannya, semakin yakin mengenai siapakah adjie (pacar backstreet andrea) itu sesungguhnya, dan seberapa dahsyat perasaan andea sama si adjie.. hmmm, seandainya aja gue tau dari dulu, mungkin gue bisa berbuat sesuatu (setidaknya nge-ceng-ceng-in, hehehe..)

coba simak salah satu curhatan ini! ..buset dah, dalem banget! (menurut analisa gue yg suka melebih-lebihkan: munculnya novel AVYW adalah merupakan tindak lanjut dari curhatan ini)

Anonymous Love Letter
I was on this longer-than-life, 19 hours drive to and back to one of my customer’s factory in this absolutely ridiculous road condition that I was literally shaking in my bones half the way. And then we took a stop in front of a mosque, I waited alone in the car while my colleague and my driver went in for the Friday prayer. So, I turned on the stereo, and there was Alanis Morissette singing
Flinch. You know what image flashed through my mind? You. You know, when we sometimes met after you just had finished your Friday prayer, and your face was a little bit blushed from the sun, and you hair was still wet a little from the wudhu. And you smiled. And you laughed. And your eyes lit up as you told me stories. And there was another image of you falling asleep, tired from walking a mile or so for your exercise. Your face also blushed from the sun, this fresh reddish blush on your white skin. And there was a drip of sweat on your forehead. You snored. How ridiculous is it that I even miss your snore?
It was a long, painful drive yesterday, but it was merely as painful as thinking that I might not be able to see you like that ever again. You have ruined me for any other men in the world as none of them will ever measure up to who you are. But I guess I shouldn’t have told you that and made your head grows even bigger and bigger as the arrogant, selfish, insensitive man that you are.
I read one of your old messages, the one that said you missed me. I looked at the date and it was almost two years ago. But weeks and months had passed. We are barely speaking to each other. Geography is no longer our friend. Everything just seems to have lost in translation. You know what’s killing me though? I kept going it over and over in mye head, words that should be left unsaid, or even worse … words that I should have said.
If you’re reading this, just tell me this: what happened to us? Tell me please, so I can stop being a masochistic for torturing myself with my feelings and fixations towards you.

sebenernya disini gue pengen banget menyebut nama atau majang foto andrea & adjie (versi gue tentunya), tapi karena gue dah memuat curhatan yg berjudul anonymous love letter, kayaknya ga sopan kalo menyebutkan nama asli seseorang, hehehe… yaaah, mudah2an si adjie baca deh (novel or curhatannya, intinya sama kok: love melulu)… good luck ya genk! salut gue ama lu..

eh eh, kalo curhatan si andrea ini dikumpulkan jadi 1 buku, kayaknya bisa menghasilkan duit juga.. :p malah lebih seru soalnya diangkat dari kisah nyata.. judulnya mungkin the true story behind a very yuppy wedding!

mirror beach :)

Monday, November 5th, 2007

minggu ini adalah minggu terakhir gue di medan setelah lebih dari 2 tahun menghabiskan waktu bersama agame menjalani suka duka menjalani tour of duty di perantauan.. untuk memanfaatkan hari-hari terakhir kebersamaan, hari sabtu lalu kami menyempatkan jalan-jalan ke pantai cermin dan pantai kuala putri, 2 jam perjalanan dari medan. meskipun hanya lima orang, tapi perjalanan kemarin cukup menyenangkan buat gue.. suasana pantai yang ga begitu istimewa tetap memberikan keceriaan karena gue pergi bareng beberapa best friends yang tersisa di medan: ricky, wisnu, mbok sul & refi.

pantai cermin

what should i say about this beach?!… view pantainya biasa aja, agak terganggu dengan warna air laut yg relatif ‘butek’ padahal warna pasirnya putih terang, entah lumpur dari mana yg merusak air laut disini. meskipun demikian, tetep aja banyak orang yang berenang, terutama anak-anak. gue juga tadinya berencana pengen berenang, secara dari kosan dah siap-siap dengan kostum baywatch, goggles, handuk, dll. tapi niat itu pupus tertutup ketakutan warna air itu merusak eksotisme kulit gue yg selama ini gue pelihara, hehe…

o iya, disini juga banyak muda-mudi yg pacaran! kemanapun memandang, pasti bisa dijumpai pasangan yang berpegangan tangan sambil basahin kakinya di air yg kayak bajigur itu.. duuuh, mesranya… jadi pengennnn! :)

selain berenang, pantai ini menawarkan atraksi lain yang cukup menarik seperti naik perahu, banana boat, dan sekedar bersantai di ’saung’ yang berderet di pinggir pantai dengan biaya yang relatif terjangkau. sebenarnya di tempat ini juga ada kolam renang kayak gelanggang samudera ancol yang dilengkapi aneka permainan air, tapi sayang waktu operasinya hanya sampai jam 5 sore, so kami ga rela kalo berbasah-basah cuma sebentar.. pantai ini juga sekarang dilengkapi resort yang nampaknya masih dalam tahap pembangunan, mungkin in the next years kondisi tempat wisata ini akan lebih bagus lagi..

o iya, sekedar tips: kalo mau ke pantai ini kayaknya bagusan pagi banget deh.. karena menghadap ke timur, kayaknya menyaksikan sunrise akan menjadi hal yang menyenangkan!

kuala putri

ga jauh dari pantai cermin, terdapat pantai yang warna airnya relatif sama.. namanya kuala putri.. disini pengunjungnya lebih rame, walaupun atraksinya ga sebanyak pantai cermin. pasirnya lebih halus dan putih, meskipun pantainya kurang landai.. perahu-perahu nelayan yang diparkir di pinggir pantai menjadi pemandangan khas yang menghiasi pantai ini, bagus lah buat foto-foto, hehe..

meskipun ga seindah bali, menurut gue pantai-pantai ini cukup memberikan alternatif bagi warga medan dan sekitarnya (termasuk pendatang kayak gue) yang menyukai wisata bahari.

hmmmmm, lengkap sudah tema merantau 2 tahun terakhir ini: JALAN-JALAN! yup.. memang semenjak di medan gue jadi agak rajin jalan-jalan, entah itu perjalanan domestik atau ke negeri tetangga.. satu alasan yg paling masuk akal adalah karena selama di medan gue menemukan teman-teman yang tepat, teman-teman yang menyenangkan..

wanna see the pictures? please click here!